Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tips Agar Dokumen Tak Hilang

Ada beberapa tips agar dokumen tidak hilang. Tidak perlu hal-hal yang kelewat teknis. Cukup ubah kebiasaan berkomputer saja.



Di Windows, ada folder bernama “My Documents”. Folder itu sudah dari sananya ada di Windows, seolah Microsoft membuatkan sebuah tempat bagi pengguna Windows untuk menyimpan dokumen-dokumen.



Standarnya, folder itu berada di dalam satu drive dengan sistem operasi—bukan sesuatu yang aman. Kenapa enggak aman? Karena ketika sistem operasi terganggu, bisa jadi dokumen-dokumen yang ada di folder itu juga turut terganggu, bahkan tidak bisa diakses sama sekali.

Kalau dokumen sudah tidak bisa diakses kembali, orang bisa panik, kemudian mengangkat telepon, menghubungi PCplus, bertanya bagaimana memperoleh dokumen itu kembali. Ya, itulah pertanyaan yang beberapa hari terakhir ini PCplus terima melalui telepon.

Makanya, kali ini PCplus berikan tutorial untuk mencegah hilangnya data. Tujuannya biar seperti kata pepatah “sedia paying sebelum hujan”. Tapi, tutorial ini tidak menjamin data seratus persen aman. Mengutip kata pelawak Asmuni (almarhum), “Tidak ada hil yang mustahal.”

Tapi, paling tidak, memperkecil risiko kehilangan data. Ayo deh, mulai dengan tips nomor satu.





Jangan Simpan Data di Drive Sistem Operasi



Masalah ini sudah disinggung sedikit di awal “cerita” tadi. Di mana posisi sistem operasi? Biasanya di C, bukan? Bisa juga di D, kalau komputer punya dua sistem operasi. Pokoknya, mau di mana pun sistem operasi, jangan simpan data di situ.



Ada saja masalah yang bisa menyerang sistem operasi, seperti virus dan file yang korup. Kadang-kadang (atau seringkali ya?) solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu adalah dengan menginstal ulang sistem operasi.

Solusinya, kalau punya dua hard disk, simpan data di hard disk yang berbeda dengan hard disk yang berisi sistem operasi. Kalau cuma punya satu hard disk, buatlah sebuah partisi khusus untuk menyimpan data.



Kalau masih merasa takut di hard disk biasa, belilah hard disk eksternal. Nah, pada beberapa hard disk eksternal, ada fitur untuk back-up data. Fitur itu berupa peranti lunak yang secara otomatis akan melakukan back-up terhadap data yang sudah ditentukan dan pada lokasi yang sudah ditentukan pula.





Jadwalkan Back-up



Penentuan lokasi penyimpanan yang berbeda dengan sistem operasi baru satu cara. Tapi ingat, hard disk pun bisa rusak. Makanya, selain disimpan di hard disk, simpan data di tempat lain, misalnya di keeping DVD. Tapi, keping DVD bisa tergores, jadi isinya tidak bisa dibaca?



Kalau satu back-up kurang, buat beberapa. Kalau keping-keping DVD dirasa tidak cukup, cari saja situs web penyimpanan online. Banyak kok situs web yang melayani penyimpanan data online, mulai dari yang gratis sampai yang mahal.



Salah satu situs web yang punya layanan penyimpanan gratis adalah IDrive (www.idrive.com). Situs web ini menyediakan ruang sebesar 2GB. IDrive juga menyediakan peranti lunak untuk mempermudah transfer file. Biar lebih jelas, kapan-kapan PCplus bahas situs web ini deh.





Hati-Hati Menyalin File Baru



Punya file yang mau disalin, misalnya dari USB flash disk (UFD) ke hard disk? Hati-hati. Bukan cuma virus yang perlu diperhatikan (kalau masalah virus sih pasti sudah jadi perhatian), tapi juga nama file.



Jangan sampai, file yang disalin dari UFD, juga media lain, “menimpa” file yang sudah ada di hard disk. Lain halnya kalau itu memang sudah disengaja. Tapi, kalau tidak disengaja, bisa menyebabkan file lain hilang.



Misalnya, ada file “rencana.doc” yang berisi rencana pembelian PC disalin dari UFD ke folder D:-Dokumen di hard disk. Padahal, di tempat itu sudah ada file bernama yang sama tapi isinya rencana pembelian sayur. Lah, kalau saja file dari UFD menimpa file di hard disk, berarti hilanglah rencana pembelian sayur. (Alex Pangestu alex@tabloidpcplus.com )





Pindahkan “My Documents”



Folder “My Documents” semestinya dipakai untuk menyimpan dokumen. Tapi, malah ada tips agar tidak menyimpan dokumen di situ. Pasalnya, folder itu terletak pada drive yang sama dengan drive sistem operasi. Risikonya tinggi menyimpan file di drive sistem operasi. Ketika sistem operasi bermasalah dan harus diinstal ulang, file bisa hilang.(pcplus)



Salah satu solusi adalah dengan menyimpan file di drive lain. Mubazir dong “My Documents”nya? Yah, begitulah. Tapi, sebetulnya kita bisa merujuk folder lain sebagai folder “My Documents”. Nanti, posisi folder itu tetap sama di Windows Explorer. Tapi sebetulnya, folder itu berada di drive yang lain. Caranya begini.

1. Buka Windows Explorer.

2. Klik kanan pada [My Documents] terus klik [Properties].

3. Klik [Move…].

4. Ketika muncul jendela untuk melakukan browse, cari folder yang berisi dokumen-dokumen.

5. Klik [OK].

6. Tutup jendela Properties.

7. Selesai.

Trik Optimasi E-mail Berformat HTML

Agar ukuran e-mail tak terlalu membengkak, Outlook 2007 telah menambahkan fitur untuk mengurangi ukuran e-mail secara otomatis. Tekniknya yaitu dengan menghapus beberapa tag informasi yang tak berpengaruh dalam pengaturan tampilan e-mail. Dengan teknik ini, Anda dapat mengirim e-mail berformat HTML dengan ukuran yang relatif kecil dan hemat bandwidth.




Untuk mengoptimasi e-mail berformat HTML, lakukan langkah ini.
1. Jalankan Microsoft Outlook melalui menu [Start] > [All Programs] > [Microsoft Office] > [Microsoft Office Outlook 2007].
2. Klik [Tools] > [Options...] di jendela utama Outlook 2007.
3. Sesaat kemudian kotak dialog “Options” akan terbuka. Klik tab [Mail Format] yang berada di kotak dialog ini.
4. Pada bagian HTML Format, beri tanda cek di depan opsi [Reduce the file size of message by removing formating information that is not necessary to display the e-mail message].
5. Tekan [OK] untuk menyimpan perubahan.(pcplus)

Cara Mudah Mem-back-up E-mail

Karena berbagai sebab, Anda perlu melakukan back-up e-mail. Salah satu alasan mem-back-up e-mail adalah ketika Anda ingin meng-install ulang Windows atau mengantisipasi komputer yang tiba-tiba mogok bekerja.

Untuk melakukan tindakan preventif, ikuti langkah berikut:
1. Buka Microsoft Outlook.
2. Klik menu [File], lalu klik [Import and Export...].
3. Pada kotak dialog Import and Export Wizard pilih [Export to a file] lalu klik [Next].
4. Pilih [Personal Folder File (.pst)], lalu klik [Next].
5. Pilih folder yang ingin Anda back-up. Jika Anda ingin mem-back-up seluruh folder, pilih Personal Folder dan tandai checkbox Include subfolders, lalu klik [Next].
6. Tentukan nama file dan folder tempat hasil back-up akan disimpan, lalu klik [Finish].
7. Jika Anda ingin agar file hasil back-up Anda aman atau e-mail yang akan Anda back-up merupakan e-mail penting, berikanlah password pada file tersebut. Jangan lupa untuk memilih opsi [Compressibe Encryption], lalu klik [OK].



Nah, jika suatu hari nanti Anda membutuhkan kembali e-mail-e-mail telah di-back-up ke Microsoft Outlook, Anda dapat mencoba langkah berikut:
1. Masuklah Microsoft Outlook.
2. Klik menu [File], lalu klik [Import and Export...].
3. Pada kotak dialog Import and Export Wizard pilih [Import from another program or file lalu klik [Next].
4. Pilih [Personal Folder File (.pst)], lalu klik [Next].
5. Tentukan nama file dan folder tempat file back-up Anda disimpan, lalu klik [Next].(pcplus)

Trik Overclock Prosesor Lawas

Kalau Anda baru belajar overclock, mulai saja dengan komputer yang sudah ada. Lebih baik lagi kalau Anda punya komputer yang sudah tidak terpakai. Sebagai contoh nih, PCplus sengaja menggunakan sistem sudah agak lama.


Komputer yang digunakan PCplus berprosesor Pentium-4 3GHz dengan pendinginan standar. Sebagai pendukung, motherboard Asus dengan chipset i875P, dua keping memori Kingston DDR400 512MB, VGA Radeon 9600Pro, serta power supply Enlight 420 watt digunakan.
Tanpa ba-bi-bu lagi, mari kita langsung terjun ke cara melakukan overclock pada prosesor.



Di motherboard Asus yang menggunakan AMI BIOS, pilihan untuk mengutak-atik kinerja sistem ada pada menu “Advanced”. Di bagian “Configure System Frequency/Voltage”, pilih opsi “AI Overclock Tuner”. Ubah pengaturannya dari “Standar” ke “Manual”.

2. Sebelum overclock prosesor, sebaiknya turunkan dulu frekuensi memori dari 400 MHz ke 266 MHz. Tujuannya untuk menghindari gagalnya overclock jika memori tersebut tidak sanggup bekerja di atas frekuensi 400MHz. Lalu, apa hubungan antara prosesor dengan memori? Pada sistem ini, setiap peningkatan frekuensi prosesor 1 MHz, frekuensi memori juga akan meningkat. Untuk itu, kita perlu membuat memori tetap ada di frekuensi yang pasti didukung memori yang dipakai.

3. Supaya bus AGP dan PCI tidak turut di-overclock, pastikan AGP dan PCI tetap bekerja pada frekuensi 66 dan 33MHz. Bila frekuensi AGP dan PCI meningkat, kerja komputer memang akan lebih baik pada sisi grafis dan media penyimpanan alias hard disk. Tetapi, sabar yah. Sekarang ini kita bahas dulu overclock untuk prosesor. Lagipula, overclock media penyimpanan dan VGA memiliki risiko yang besar.

4. Berhubung prosesor memiliki multiplier yang dikunci (tidak bisa dinaikkan), kinerja digenjot dengan menaikkan FSB atau CPU External Frequency. Kebetulan, prosesor Pentium-4 3GHz yang PCplus gunakan menggunakan standar 200MHz (quad pump FSB 800MHz). Coba naikkan angka tersebut ke atas sebesar 10 MHz (baca boks “Tips” untuk menentukan besarnya angka ini). Setelah itu, simpan opsi BIOS lalu restart komputer.

5. Pasa saat POST (Power On Self Test) yang muncul enggak lama setelah komputer nyala, Anda akan melihat kecepatan prosesor sudah bertambah. Pada gambar itu tampak kalau CPU External Frequency sudah dinaikkan dari 200 ke 210MHz. Dengan pengali (multiplier) prosesor x15, dari 3000MHz prosesor kini memiliki kecepatan 3160MHz (dibulatkan ke atas).

Biarkan komputer melanjutkan tugasnya sampai masuk ke dalam sistem operasi. Setelah itu, jalankan software yang biasa Anda gunakan untuk bekerja. Kalau komputer masih mampu menjalankan semua dengan sempurna, kembali ke BIOS dan naikkan lagi CPU External Frequency. Beri tambahan lagi sekitar 5 MHz sampai 10 MHz. Lakukan terus langkah ini sampai Anda PC Anda menjadi tidak stabil. Jika PC sudah ada tanda-tanda “ngaco”, kembalikan aturan BIOS ke pengaturan ketika kinerja PC masih mulus. Kalau masih penasaran, silahkan kembali naikkan CPU External Frequency, namun kini angkanya cukup 1 sampai 3 MHz saja.

6. PCplus dapat menaikkan kecepatan prosesornya dari 3000MHz menjadi 3300MHz dan 3375MHz. PCplus tidak melakukan overclock lebih lanjut karena sudah muncul tanda-tanda kalau sistem tidak stabil. Contohnya, aplikasi yang PCplus pakai untuk menguji selalu mengalami hang, gagal loading. Ketika berhasil jalan, eh hasil uji malah menunjukkan penurunan kinerja, bukannya kenaikan. Pokonya tidak sebanding dengan overclock yang sudah dilakukan. Selain itu, suhu prosesor di BIOS juga sudah menunjukkan posisi yang agak berbahaya. Di awal-awal suhu prosesor berada di kisaran 47 derajat Celcius, setelah overclock ini suhu mencapai 55 derajat Celcius.



TIPS: Bereksperimenlah

Berapa nilai kecepatan yang harus dimasukkan di BIOS untuk overclock? Tak ada jawaban yang pasti untuk ini. Orang yang ekstrem mungkin akan memasukkan angka yang bisa dibilang rada “gila”, misalnya menambah 100 dari angka yang sudah ada—kalau angka standar di BIOS 200, ia memasukkan 300. Tapi, ada pula orang yang main aman. Ia cuma menambah 10 dari angka yang sudah ada.

Nah, PCplus menganjurkan cara yang kedua saja. Tambahkan dulu 10 dari angka yang sudah ada. Kemudian, coba hasil overclock-nya. Apa komputer masih stabil? Kalau masih, tambahkan 5 lagi dari angka yang terakhir. Coba lagi. Masih stabil? Tambah lagi 5. Kalau sudah tidak stabil, turunkan 2 dan coba lagi. Kalau stabil, coba tambah 1. Kalau masih tak stabil turunkan lagi.

Intinya, cari-cari sendirilah angka yang paling pas untuk overclock PC Anda. Perlu diingat juga, kalau Anda berhasil menambah sampai 50 angka, belum tentu kawan Anda bisa sebesar itu. Kawan Anda bisa lebih atau bisa kurang. Setiap perangkat keras, meskipun merek dan tipenya sama, kemampuan overclock-nya berbeda.


PERINGATAN: Penulis (Iman (k1komputer@lycos.com)) dan PCplus tidak bertanggung jawab atas kerusakan sistem karena overclock yang dilakukan. Perlu diingat, kerusakan akibat overclocking akan menghilangkan garansi atas produk yang Anda beli dari toko atau distributor produk yang bersangkutan.(Pcplus)

Trik Cara Cepat Unduh Album Foto di Facebook

Fitur Photos di Facebook menyimpan ribuan foto-foto saudara, rekan dan kolega Anda. Mengunduh sekian banyak koleksi foto itu bukan perkara mudah. Apalagi bila koneksi Internet tidak mendukung.

Coba gunakan Add-on Firefox: Facebook Photo Album Downloader (FacePAD). Dengan memakai Facepad Anda dapat mengunduh satu album foto sekaligus, tanpa repot membuka foto satu per satu lalu menyimpannya secara manual.

Cara memanfaatkan aplikasi ini:
1. Kunjungi https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/8442, lalu pilih link Add to Firefox.

2. Saat muncul konfirmasi, klik [Install Now].




3. Tunggu sampai proses pengunduhan dan instalasi selesai. Bila sudah, buka Facebook.com dan login ke akun Facebook Anda.

4. Masuklah ke dalam halaman foto orang yang dituju.

5. Klik kanan di atas album (bukan foto), lalu pilih [Download Album With FacePad].

6. Saat muncul jendela konfirmasi, konfirmasikan saja pengunduhan Anda.

7. Jendela pengunduhan Firefox akan muncul. Tunggu saja sampai selesai.

8. Setelah seluruhnya selesai diunduh, klik kanan pada jendela download Firefox dan pilih [Open Containing folder].(pcplus)

Trik Ngeblog di Facebook

Situs jejaring sosial dan blog merupakan fasilitas di Internet yang saling terkait. Situs jejaring sosial menjadi alat untuk saling menghubungkan diri dengan kerabat, sementara blog merupakan media untuk menyalurkan segala ide, pendapat, atau apapun yang ada di benak Anda. Keduanya saling terkait karena dengan menggabungkan keduanya, Anda bisa mempublikasikan pendapat atau pikiran Anda ke rekan-rekan.

Dengan Simplaris Blogcast, Anda bisa mempublikasikan blog Anda ke Facebook. Inilah cara menggunakannya:
1. Buka browser, akses Facebook, dan login ke akun Anda.

2. Di kolom pencarian di pojok kanan atas halaman utama akun Anda, ketikkan “simplaris blogcast”.




3. Setelah aplikasi ditemukan, klik link nama aplikasi.

4. Di halaman utama aplikasi, klik tombol Go to Application/Ke Aplikasi.

5. Masukkan alamat feed blog Anda di kolom Blog Feed URL.

6. Lanjutkan dengan mengklik tombol Lets Blogcast.

7. Setelah tombol Lets Blogcast! Ditekan, akan muncul tampilan tanpa ada isi feed atau artikel. Silakan klik link update. Blogcast akan memeriksa isi blog Anda.

8. Untuk melakukan pengaturan, masuklah ke menu Settings. Di menu Settings ini Anda dapat mengatur apakah update akan dilakukan secara otomatis atau tidak, juga dapat dilakukan pengaturan nama blog, panjang post yang ditampilkan, dan sebagainya.

9. Tekan Save untuk menyimpan seting yang telah Anda atur. Kini halaman Facebook Anda akan diisi dengan postingan-postingan yang Anda buat di blog.(pcplus)

Trik Gampang Kelola Banyak Akun Jejaring Sosial

Wah, repot sekali rasanya memantau banyak akun jejaring sosial. Harus bolak-balik halaman setiap akun. Belum lagi mengolah atau membalas respon rekan—membaca informasi baru saja mungkin sudah sangat merepotkan.

Mengapa tidak menggabungkan semua akun layanan jejaring sosial tersebut menjadi satu agar memudahkan Anda mengaksesnya dalam sekali waktu? Kini banyak layanan social aggregator yang akan membantu Anda memantau serta mengelola banyak akun social networking sekaligus.

Bentuk social aggregator ini ada yang berupa website layanan, dan ada pula yang berupa aplikasi desktop. Fungsinya sama, yakni memantau dan mengelola setiap aktivitas yang terjadi di akun jejaring sosial Anda.



Untuk membantu mengontrol akun, layanan social aggregator akan meminta Anda menyerahkan nama akun jejaring sosial yang dipantau. Ada beberapa pula layanan yang meminta password untuk pengaksesan setiap akun. Ini artinya, data pribadi Anda juga terbuka bebas oleh pengelola, meskipun dalam prakteknya, pengaksesan ini dijalankan oleh mesin komputer, bukan secara manual oleh pengelola layanan social aggregator.

Nah, jika Anda merasa tidak nyaman akan hal ini, pilihlah layanan atau aplikasi yang hanya berfungsi sebagai pemantau aktivitas akun jejaring sosial, bukan pengelola penuh. Salah satu layanan social aggregator yang berfungsi sebagai pemantau adalah SosialURL (beralamat di www.socialurl.com). Banyak jejaring sosial yang didukungnya. Selain bisa memantau, Anda dapat pula sekaligus menjadi anggota situs web yang juga berlaku sebagai jejaring sosial ini.

Ini caranya:

1. Buka alamat www.socialurl.com, lalu klik tombol [Sign Up!]. Layanan ini gratis untuk digunakan. Di halaman berikutnya, isilah formulir yang tersedia untuk melakukan registrasi. Jika sudah komplet, klik [Sign Up]. Ingatlah username dan password.

2. Notifikasi akan dikirimkan ke alamat e-mail Anda (yang diisikan di formulir registrasi). Untuk langsung masuk ke akun, klik [Sign In] dan isikan username dan password yang Anda pakai.

3. Anda akan disuguhi sebuah wisaya untuk melengkapi data diri di akun SocialURL, mulai dari foto, tagline, nama aku instant messaging, hingga mengatur tampilan akun. Setiap kali selesai mengatur wisaya, jangan lupa klik [Save].

4. Jika sudah, akan ditampilkan halaman "SocialURL of (nama Anda)". Untuk memasukkan akun jejaring sosial Anda yang lain, pilih [Click here] di menu "SocialWeb". Pada halaman berikutnya, klik [Add Social Site]. Pilih salah satu jejaring sosial yang dilanggani di halaman berikutnya, semisal Facebook.

5. Anda akan diminta memasukkan URL (alamat) dari profil akun Anda di Facebook tersebut. URL ini bisa didapatkan dengan login ke akun Facebook, buka halaman profil, lalu salin alamat profil Anda di kotak alamat website di browser. Kembali ke halaman SocialURL, masukkan alamat profil akun Facebook, lalu klik [Add].

6. Anda bisa menambahkan akun jejaring sosial lainnya, seperti Friendster, Flickr, Yahoo! 360, MySpace, Orkut, dan lainnya dengan cara yang sama. Jika proses memasukkan akun jejaring sosial sudah selesai, pindahlah ke halaman utama akun SocialURL dengan mengklik [My Social].


7. Di sini Anda bisa berinteraksi dengan sesama pengguna SocialURL lewat menu-menu di halaman utama. Untuk memantau akun jejaring sosial yang Anda miliki (dan telah Anda masukkan di daftar social Site), klik [View My Social URL].

8. Di halaman yang muncul, klik akun jejaring sosial yang hendak dipantau. Di halaman berikutnya, halaman akun Anda di jejaring sosial yang lain akan ditampilkan dalam sebuah frame terpisah. Di sini, Anda hanya bisa memantau info baru, tapi tidak untuk mengelolanya.(pcplus)


TIPS: Situs Web Layanan Social Aggregator Alternatif
• beta.strands.com
• explode.elgg.org
• my.mashable.com
• www.correlate.us
• www.iminta.com
• www.istalkr.com
• www.minggl.com
• www.mylifebrand.com
• www.naymz.com
• www.peopleaggregator.com
• www.profilefly.com
• www.profilelinker.com
• www.socialnetwork.in
• www.socialthing.com
• www.tabber.org
• www.profileomat.com
• www.socialurl.com
• www.spokeo.com
• www.swurl.com
• www.secondbrain.com
• www.upscoop.com